Pengelolaan Kartu Piutang

11.26 0
Pengelolaan kartu piutang dilakukan oleh Bagian Kartu Piutang yang berada dibawah Depertemen Akuntansi. Tugas harian bagian ini menctat mutasi piutang untuk setiap debitor . Dari kegiatan tersebut secara periodik harus dapat menghasilkan hal-hal berikut :
  • Surat Pernyataan Piutang untuk dikirimkan ke debitor.Pengiriman surat pernyataan piutang bertujuan untuk konfirmasi piutang kepada debitor, dalam arti untuk penegasan apakah besarnya piutang menurut catatan perusahaan sam dengan besarnya piutang menurut catatan debitor sehingga berfungsi  juga sebagai alat pengawasan.
  • Daftar saldo piutang menurut informasi mengenai saldo piutang pada tiap debitor pada tanggal tertentu. Penyusunan daftar saldo piutang disampingkan bertujuan untuk mengetahui saldo piutang pada tiap debitor, juga diperlukan untuk verifikasi ketelitian pencatatan piutang yaitu dengan pengecekan atas kesamaan total saldo piutang menurut kartu piutang kartu piutang pada tanggal yang sama.
Daftar saldo piutang, memuat informasi mengenai piutang pada tiap  debitor yang dikelompokan berdasarkan usia piutang. Daftar piutang sangat diperlukan untuk menganalisis bonafiditas tiap debitor sehingga status kredit masing-masing dapat diketahui.
Pengelolaan Kartu piutang terdiri dari :
- Pencatatan mutasi piutang dalam kartu piutang
- Surat pernyataan piutang
   a. Pernyataan saldo akhir bulan
   b. Pernyataan satuan
   c. Pernyataan saldo berjalan dengan rekening konvensional
- Pembuatan daftar saldo piutang
- Pembuatan daftar analisis usia piutang

Contoh Soal dengan Metode Penentuan Besarnya Cadangan

11.25 0
Soal 1
Dalam Buku besar Toko Bina Lestari padatanggal31 Desember 1994 terdapat rekening-rekening sebagai berikut :
· Piutang Dagang                              Rp  16.500.000,00
· Cadangan kerugian Piutang (K)     Rp       200.000,00
· Penjualan                                        Rp  47.500.000,00
· Retur Penjualan                              Rp    1.500.000,00
· Potongan Penjualan`                      Rp       400.000,00

Buatlah jurnal penyesuaian untuk mencatat transaksi piutang tak Tertagih jika :
a. Besarnya kerugian piutang tak tertagih ditentukan
1. 2% dari jumlah penjualan
2. 2% dari jumlah penjualan bersih
b. Cadangan Kerugian piutang ditetapakan
1. Ditambah 5% dari saldo piutang
2. Dinaikan sampai 5% dari saldo piutang

Jawab :
a. Kerugaian piutang tak tertagih
1.   2% x pejualan
2% x Rp. 47.500.000,00 = Rp. 950.000,00
Kerugaian piutang tak tertagih   Rp. 950.000,00
Cadangan kerugian Piutang        Rp. 950.000,00

2.   2% x (penjualan – retur penjualan)
      2% x (Rp. 47.500.000,00 - Rp   1.500.000,00) = Rp. 920.000,00
Kerugaian piutang tak tertagih    Rp. 920.000,00
Cadangan kerugian Piutang         Rp. 920.000,00
b. Cadangan Kerugian piutang
    1.  5% x piutang dagang
         5% x Rp 16.500.000,00 = Rp 825.000,00
         Kerugaian piutang tak tertagih    Rp 825.000,00
         Cadangan kerugian Piutang         Rp 825.000,00
2.   (5% x piutang dagang) – Cadangan kerugian piutang dagang
(5% x Rp 16.500.000,00) – Rp 200.000,00 = Rp 625.000,00 
Kerugaian piutang tak tertagih    Rp 625.000,00 
Cadangan kerugian Piutang         Rp 625.000,00 

Soal 2

Dalam Neraca Saldo Toko belawan pada tanggal 31 Desember 1994 terdapat antara lain  rekening-rekening :

· Piutang Dagang                             Rp  25.000.000,00
· Cadangan kerugian Piutang (D)    Rp       300.000,00
· Penjualan                                       Rp  65.500.000,00
· Retur Penjualan                             Rp    1.400.000,00
· Potongan Penjualan`                     Rp       600.000,00
· Beban Piutang tak Tertagih           Rp       700.000,00

Buat jurnal penyesuain untuk mencatat taksiran piutang tak tertagih jika :
a. Besarnya kerugian piutang ditetapkan
1. 2% dari penjualan bersih
2. 2% dari penjualan kredit
b. Cadangan Kerugian piutang ditetapkan :
1. Ditambah 4% dari saldo piutang
2. Dinaikan menjadi 4% dari saldo piutang

Jawab :
  a. Kerugaian piutang tak tertagih
      1.  2% x (pejualan – retur penjualan – potongan penjualan)
           2% x (Rp. 62.500.000,00 – Rp 2.000.000,00) = Rp. 1.210.000,00
           Kerugaian piutang tak tertagih     Rp. 1.210.000,00
           Cadangan kerugian Piutang          Rp. 1.210.000,00


      2.  2% x 80%% X penjualan
           2% x80% X Rp. 62.500.000,00 = Rp. 1.000.000,00
           Kerugaian piutang tak tertagih      Rp. 1.000.000,00
           Cadangan kerugian Piutang           Rp. 1.000.000,00
b. Cadangan Kerugian piutang
    1.   5% x piutang dagang
          5% x Rp 25.000.000,00 = Rp 1.000.000,00
          Kerugaian piutang tak tertagih     Rp 1.000.000,00
          Cadangan kerugian Piutang          Rp 1.000.000,00

    2.   (5% x piutang dagang) + Cadangan kerugian piutang dagang
          (5% x Rp 25.000.000,00) + Rp 300.000,00 = Rp1.300.000,00 
          Kerugaian piutang tak tertagih   Rp1.300.000,00 
          Cadangan kerugian Piutang          Rp1.300.000,00 

Mencatat Penghapusan Piutang dan Penerimaan kembali Piutang yang Telah dihapuskan

11.24 0
Ada 2 metode untuk mencatat kerugian piutang :
  1. Metode Langsung yaitu metode pencatatan kerugian piutang yang langsung mengurangi jumlah piutang yang bersangkutan.
  2. Metode Tidak Langsung yaitu metode pencatatan kerugian piutang tak tertagih tidak langsung mengurangi piutang yang bersangkutan, tetapi dicatat dalm satu rekening, yaitu Rekening Cadangan Kerugian Piutang.


Catatan :
  • Untuk piutang yang diperkirakan tidak akan dapat diterima pembayarannya, dicatat dalam rekening Cadangan KerugianPiutang, tetapi ada pula yang mencatat dalam rekening Penyisihan Piutang tak Tertagih,bahkan ada yang mencatatdalam rekening Cadangan Piutang tak Tertagih, atau yang lain.Semua itu tujuannya sama yaitu untuk ,emisahkan antara piutang yang diperkirakan tidak akan diterima pembayaran nya dengan piutang yang diperkirakan akan dapat diterima pembayarannya.Rekening Cadangan Kerugian Piutang/Penyisihan Piutamg tak tertagih merupakan rekening lawan terhadap piutang dagang.
  • Untuk kerugianpiutang tak tertagih dapat pula dicatat dengan nama rekening Beban/ Biaya piutang tak tertagih, bahkan ada yang mencatat dalam rekening Biaya Kerugian 4. tak Tertagih. Manapun istilah yang digunakan, tidak perlu dipermasalahkan, karena memang belum ada istilah yang baku, disamping itu antara perusahaan yang satu dengan yang lain tidak selalu menggunakan istilah yang sama.

Contoh Soal :

Diperkirakan piutang A Rp  4.000.000,00 tidak akan ditagih Rp. 1000.000,00. Menghapus piutang sebsar 10% dari kerugian piutang.

Jawabanya :

Penghapusan Piutang = 10% x Rp 1.000.000,00 = Rp 100.000,00

Secara Langsung
1. Tidak ada jurnal
2. Kerugian Piutang                                                   Rp 100.000,0
         Piutang Dagang                                                              Rp 100.000,00
3. Kas                                                                         Rp 100.000,00
         Kerugian Piutang Dagang                                              Rp 100.000,00
4. Tidak ada jurnal
5. Kas                                                                         Rp 100.000,00
         Kerugian Piutang Dagang                                              Rp 100.000,00

Secara Tidak Langsung
1. Kerugian Piutang                                                   Rp 100.000,00
         Cadangan Kerugian Piutang                                         Rp 100.000,00
2. Cadangan Kerugian Piutang                                  Rp 100.000,00
         Piutang dagang                                                             Rp 100.000,00
3. Kas                                                                         Rp 100.000,00
         Cadangan Kerugian Piutang                                         Rp 100.000,00
4. Piutang dagang                                                      Rp 100.000,00
         Cadangan Kerugian Piutang                                         Rp 100.000,00
5. Kas                                                                        Rp 100.000,00
         Piutang dagang                                                             Rp 100.000,00

Perbedaan Piutang Dagang dan Piutang Wesel

11.23 0

Piutang Dagang


Penghapusan Piutang ada 2 cara :
1. Langsung
2. Cadangan






Piutang Wesel

Piutang Wesel adalah piutang yang terjadi karena adanya penjualan kredit disertai perjanjian. Perjanjian tersebut dapat dibedakan antara lain:
1.    Wesel : yang membuat kreditur
2.    Promes : yang membuat debitur (surat kesanggupan membayar piutang

Perubahan Piutang dagang menjadi piutang wesel
Rumus :


Contoh Soal:
Diterima sebuah promes per  60 hari dari seorang debitur  Rp 500.000,00
Jawab:  
Jurnal Umum
Piutang Wesel                                                                   Rp 500.000,00   
          ¾ Piutang Dagang                                                 Rp 500.000,00

Macam-Macam Sumber Polusi Air

11.22 0
Sumber polusi air antara lain limbah industri, pertanian dan rumah tangga. Ada beberapa tipe polutan yang dapat masuk perairan yaitu : bahan-bahan yang mengandung bibit penyakit, bahan-bahan yang banyak membutuhkan oksigen untuk pengurainya, bahan-bahan kimia organic dari industri atau limbah pupuk pertanian, bahan-bahan yang tidak sedimen (endapan), dan bahan-bahan yang mengandung radioaktif dan panas.

Penggunaan insektisida seperti DDT (Dichloro Diphenil Trichonethan) oleh para petani, untuk memberantas hama tanaman dan serangga penyebar penyakit lain secara berlabihan dapat mengakibatkan pencemaran air. Terjadinya pembusukan yang berlebihan diperairan dapat pula menyebabkan pencemeran. Pembuangan sampah dapat mengakibatkan kadar O2 terlarut dalam air semakin berkurang karena sebagian besar dipergunakan oleh bakteri pembusuk.

Pembuangan sampah organic maupun yang anorganic yang dibuang kesungai terus-menerus, selain mencemari air, terutama dimusim hujan ini akan menimbulkan banjir. Belakangan ini musibah karena polusi air datang seakan tidak terbendung lagi disetip musim hujan. Sebenarnya air hujan adalah rahmat. Akan tetapi rahmat dapat menjadi ujian apabila kita tidak mengelolanyadengan benar.

Jika kita amati, air adalah unsur alam yang penting bagi manusia dengan sifat mengalir dan meresapnya. Apabila jalur-jalur alirannya terganggu dan lahan resapannya terbatas, air akan mengalir kesegala penjuru mengisi ruang-ruang yang paling rendah. Akhirnya terjadilah banjir. Karena itu yang disebut polusi air karena banyak kita yang kurang disiplin, misalnya dalam kebersihan lingkungan dan membuang sampah sembarangan.


Musibah banjir dapat terbagi dua akibat polusi air antara lain :

1. Banjir bandang (banjir besar), terjadi akibat air meluap dari jalur-jalur aliran (sungai) dengan volume air yang besar.

2. Banjir genangan yaitu banjir local (setempat) akibat tergenangnya / terkonsentrasinya air hujan disuatu daerah yang saluran air (arainase) dan lahan resapannya terbatas. Akibatnya dalam waktu tertentu (temporer) air akan mengalir disekitar lingkungan rumah kita.


Bahaya Dari Akibat Polusi Air

Bibit-bibit penyakit berbagai zat yang bersifat racun dan bahan radioaktif dapat merugikan manusia. Berbagai polutan memerlukan O2 untuk pengurainya. Jika O2 kurang , pengurainya tidak sempurna dan menyebabkan air berubah warnanya dan berbau busuk. Bahan atau logam yang berbahaya seperti arsenat, uradium, krom, timah, air raksa, benzon, tetraklorida, karbon dan lain-lain. Bahan-bahan tesebut dapat merusak organ tubuh manusia atau dapat menyebabkan kanker. Sejumlah besar limbah dari sungai akan masuk kelaut.

Polutan ini dapat merusak kehidupan air sekitar muara sungai dan sebagian kecil laut muara. Bahan-bahan yang berbahaya masuk kelaut atau samudera mempunyai akibat jangka panjang yang belum diketahui. Banyak jenis kerang-kerangan yang mungkin mengandung zat yang berbahaya untuk dimakan. Laut dapat pula tecemar oleh minyak yang asalnya mungkin dari pemukiman, pabrik, melalui sungai atau dari kapal tanker yang rusak. Minyak dapat mematikan, burung dan hewan laut lainnya, sebagai contoh, efek keracunan hingga dapat dilihat di Jepang. Merkuri yang dibuang sebuah industri plastik keteluk minamata terakumulasi di jaringan tubuh ikan dan masyarakat yang mengkonsumsinya menderita cacat dan meninggal.
Akibat yang ditimbulkan oleh polusi air:
a. Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya, kandungan oksigen
b. Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air (eurotrofikasi)
c. Pendangkalan dasar perairan
d. Tersumbatnya penyaring reservoir, dan menyebabkan perubahan ekologi
e. Dalam jangka panjang adalah kanker dan kelahiran cacat
f. Akibat penggunaan pertisida yang berlebihan sesuai selain membunuh hama dan penyakit, juga membunuh serangga dan makhluk berguna terutama predator
g. Kematian biota kuno, seperti plankton, iakn, bahkan burung

h. Mutasi sel, kanker, dan leukeumia

Penilaian Persediaan Dengan Metode Fisik FIFO

11.20 0
PENGERTIAN

Persediaan adalah suatu jenis aktiva atau barang yang dimiliki oleh suatu perusahaan atau badan usaha (saat) tertentu, yang akan dijual kembali atau akan dikonsumsi (dipakai) dalam operasi normal perusahaan.

First-in, First-out (FIFO)
Metode FIFO menganggap bahwa harga pokok dari barang-barang yang pertama kali dibeli akan merupakan barang yang dijual pertama kali. Dalam metode ini persediaan akhir dinilai dengan harga pokok pembelian yang paling akhir.


Metode ini juga mengasumsikan bahwa barang yang terjual karena pesanan adalah barang yang mereka beli. Oleh karenanya, barang-barang yang dibeli pertama kali adalah barang-barang pertama yang dijual dan barang-barang sisa di tangan (persediaan akhir) diasumsikan untuk biaya akhir. Karenanya, untuk penentuan pendapatan, biaya-biaya sebelumnya dicocokkan dengan pendapatan dan biaya-biaya yang baru digunakan untuk penilaian laporan neraca.

Metode ini konsisten dengan arus biaya aktual, sejak pemilik barang dagang mencoba untuk menjual persediaan lama pertama kali. FIFO merupakan metode yang paling luas digunakan dalam penilaian persediaan.

Metode FIFO seringkali tidak nampak secara langsung pada aliran fisik dari barang tersebut karena pengambilan barang dari gudang lebih didasarkan pada pengaturan barangnya. Dengan demikian meode FIFO lebih nampak pada perhitungan harga pokok barang. Dalam metode FIFO, biaya yang digunakan untuk membeli barang pertama kali akan dikenali sebagai Cost of Goods Sold (COGS). Untuk perhitungan harga maka digunakan harga dari stok barang dari transaksi yang terdahulu.

Pada illustrasi dibawah , apabila penilaian persediaan menggunakan metode FIFO , maka :

Data persediaan PT. GHIJ bulan Pebruari 2008 sebagai berikut :
1 Pebruari Persediaan 200 kg @ Rp. 100,- = Rp. 20.000
9 Pebruari Pembelian 300 kg @ Rp. 110,- = Rp. 33.000
10 Pebruari Penjualan 400 kg
15 Pebruari Pembelian 400 kg @ Rp. 116,- = Rp. 46.400
18 Pebruari Penjualan 300 kg
24 Pebruari Pembelian 100 kg @ Rp. 126,- = Rp. 2.600
TOTAL = 1.000 kg Rp. 112.000,- total penjualan = 700 kg
Pada akhir periode dilakukan perhitungan fisik digudang terdapat jumlah 300 kg, maka sesuai metode FIFO – fisik, nilai persediaan akhir adalah :
Pembelian 24 pebruari 100 kg @ Rp. 126 = Rp. 12.600
Pembelian 15 pebruari 200 kg @ Rp. 116 = Rp. 23.200
Jumlah 300 kg = Rp. 35.800,-

Maka harga pokok penjualan = Rp. 112.000,- - Rp. 35.800,- = Rp. 76.200,-

Penyusutan Aset Metode Garis Lurus

11.19 0
Aktiva tetap dalam akuntansi adalah aktiva berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode.
Jenis aktiva berwujud ini biasanya dibeli untuk digunakan dalam operasional dan tidak dimaksudkan untuk dijual kembali. Contoh aktivat tetap antara lain adalah properti, bangunan, pabrik, alat-alat produksi, mesin, kendaraan bermotor, furnitur, perlengkapan kantor, komputer, dan lain-lain. Kecuali tanah atau lahan, aktiva tetap merupakan subyek dari depresiasi atau penyusutan.
Pada umumnya, banyak perusahaan menggunakan dasar perhitungan penyusutan menggunakan metode garis lurus karena dianggap mudah dan sederhana.

Rumus perhitungan penyusutan metode garis lurus adalah sebagi berikut :

                                   Biaya perolehan – nilai residu
Penyusutan /tahun =  ---------------------------------------
                                           Umur Manfaat
 
Metode penyusutan ini mempunyai kelebihan dan kelemahan.
Kelebihan dari metode ini adalah:
· Mudah digunakan dalam praktek.
· Lebih mudah dalam menentukan tarif penyusutan.
Kelemahan dari metode penyusutan ini adalah:
· Beban pemeliharaan dan perbaikan dianggap sama setiap periode.
· Manfaat ekonomis aktiva setiap tahun sama.
· Beban penyusutan yang diakui tidak mencerminkan upaya yang digunakan dalam menghasilkan pendapatan.
· Laba yang dihasilkan setiap tahun tidak menggambarkan tingkat pengembalian yang sesungguhnya dari umur kegunaan aktiva (dalam matching principle, beban penyusutan harus proporsional pada penghasila  yang dihasilkan).

Bagi yg msh mengalami kesulitan mengetahui besarnya penyusutan suatu barang; anda hrs mengetahui tanggal/bulan/tahun pembelian sehingga didapat perhitungan yang tepat. Apabila tanggal/bulan/tahun tdk didapat, minimal anda harus mengetahui bulan pembeliannya.
Rumus perhitungannya penyusutan per bulannya adalah sbb:

Bagi mereka yg menggunakan nilai residu pd perhitungan penyusutan, rumusnya sbb:
= (Harga Perolehan – Nilai Sisa/Residu) / umur ekonomis
Bagi mereka yg tdk menggunakan nilai residu pd perhitungan penyusutan, rumusnya sbb:
= Harga Perolehan x umur ekonomis
Namun bagi anda yang ingin menghitung penyusutan harta yang telah berjalan (pembelian terdahulu), caranya adalah sbb :
1. Hitung terlebih dahulu besarnya penyusutan per bulan
2. Kalikan nilai penyusutan per bulan dg banyaknya bulan yg sudah berjalan, sehingga didapat akumulasi penyusutannya

Contoh kasus :
Pd tanggal 1 Januari 2012 telah dibeli kendaraan senilai 100jt, perusahaan telah menentukan umur ekonomis adalah 5 tahun dengan nilai residu 1jt, hitunglah akumulasi penyusutan kendaraan sampai dengan bulan April 2012.
Jawabannya adalah sebagai berikut :
1. Hitung penyusutan per bulan terlebih dahulu
= 100jt – 1jt : (5×12)
= 99jt : 60 bulan
= 1.650.000
2. Hitung akumulasi penyusutan dari bulan Januari – April 2012 (4 bulan)
= 1.650.000 x 4
= 6.600.000